Inflasi AS Meroket, Fed Berpeluang Naikkan Bunga 1 Persen

Money.nikaniku.com – Inflasi AS Meroket, Fed Berpeluang Naikkan Bunga 1 Persen. Indeks dolar AS (DXY) melemah ke bawah ambang 108.00 pada perdagangan sesi New York hari Rabu (14/7/2022). Greenback awalnya melonjak sampai level tertinggi 108.58 seusai rilis information inflasi AS, tetapi kemudian ambruk lagi akibat pertarungan vender dan purchaser yang ketat pada sejumlah pasangan mata uang city chairman.

Inflasi AS Meroket, Fed Berpeluang Naikkan Bunga 1 Persen

US Bureau of Labor Statistics melaporkan bahwa harga pada tingkat konsumen di AS mengalami kenaikan sebesar 9.1 persen (Year-on-Year) pada Juni 2022. Information inflasi AS tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan estimasi konsensus yang sebesar 8.8 persen, sekaligus melampaui pencapaian 8.6 persen pada Mei.

Information inflasi inti yang tak memperhitungkan harga barang unstable seperti BBM juga menunjukkan peningkatan yang strong. Inflasi inti AS meningkat 5.9 persen (Year-on-Year) pada Juni 2022. Ini lebih tinggi daripada estimasi pasar yang sebesar 5.7 persen, meskipun sedikit lebih rendah daripada pencapaian Mei yang sebesar 6.0 persen.

“Inflasi AS mencapai titik didih tertinggi pada Juni,” customized organization Claire Fan, ekonom dari RBC Economics,”Tekanan harga masih terlalu kuat sehingga takkan menunda kenaikan suku bunga The Fed.”

“Tak ada yang perlu ditandai di sini bagi The Fed. (Information inflasi) utama lebih kuat, inti lebih kuat dan jangka waktu Month-on-Month dan Year-on-Year. Tak ada yang temporer dalam angka ini. Compositions inflasi tampaknya sudah benar tegak sekarang,” customized structure Patrick Saner, Kepala Strategi Makro di Swiss Re.

Tingginya laju inflasi AS tersebut memperkuat spekulasi tentang prospek kenaikan suku bunga The Fed sebesar 100 premise poin dalam rapat FOMC berikutnya. Opini konsensus juga sudah beralih dari rate climb sebanyak 50 premise poin menjadi 75 premise poin.

See also  Cara Developer Menentukan Harga Jual Rumah

Terlepas dari itu, kurs dolar AS saat ini juga dipengaruhi oleh pergelutan EUR/USD pada level paritas. Pasalnya, EUR/USD mendominasi pembobotan dalam pembentukan indeks dolar AS.

Pasangan mata uang EUR/USD sempat menembus ke bawah ambang 1.0000, tetapi langsung terlontar naik lagi. Tak ada katalis positif tertentu dari benua Eropa, karena krisis energi dan risiko resesi masih terus membayangi euro. Namun, para dealer dan purchaser bersaing lebih ketat untuk memenangkan kontestasi pada level ini. Pelaku pasar mungkin akan menanti katalis berikutnya guna menentukan arah pergerakan selanjutnya.

“Information inflasi AS jelas menarik bagi perdagangan makro posisi long USD dan menjadi alasan penurunan (EUR/USD) ke 1.00. Namun, tampaknya jelas bagi saya bahwa para pembeli euro mengintai lagi,” individualized structure Neil Jones, head of institutional FX deals at Mizuho.

Check Also

Tesla Still Holds Bitcoin Worth IDR 3.3 Trillion

Tesla Still Holds Bitcoin Worth IDR 3.3 Trillion

Money.nikaniku.com - Tesla Still Holds Bitcoin Worth IDR 3.3 Trillion. Tesla revealed it still holds $222 million worth of Bitcoin or about IDR 3.3 trillion in market value on the company's balance sheet after selling its 75 percent Bitcoin holdings. The company recorded a realized gain of USD 64 million on the conversion of this [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published.