Dolar Rontok Lagi Akibat Perlambatan Ekonomi AS

Money.nikaniku.com – Dolar Rontok Lagi Akibat Perlambatan Ekonomi AS. Indeks dolar AS (DXY) terpuruk pada rekor terendah enam pekan dalam awal perdagangan sesi Asia hari Jumat (29/7/2022). Information withering anyar menunjukkan bahwa perekonomian AS mengalami kontraksi lagi pada kuartal kedua 2022, sehingga meningkatkan kekhawatiran atas risiko resesi. Central bank AS juga kemungkinan takkan menaikkan suku bunga secara agresif lagi dalam situasi ekonomi yang memburuk.

Dolar Rontok Lagi Akibat Perlambatan Ekonomi AS

US Bureau of Economic Analysis

melaporkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat mengalami pertumbuhan – 0.9 persen (Quarter-over-Quarter) pada kuartal II/2022. Padahal, hasil survei Reuters menyebutkan bahwa para ekonom mengharapkan pertumbuhan PDB AS bounce back 0.5 persen setelah mengalami kontraksi pada kuartal pertama.

Belanja konsumen AS melaju dengan kecepatan withering lambat dalam dua tahun terakhir, sementara belanja bisnis juga merosot. Information ini menjadi bukti tambahan bahwa perekonomian AS semakin mendekati tepi jurang resesi. Para ekonom dan jurnalis biasanya mendefinisikan resesi sebagai kontraksi PDB selama dua kuartal beruntun.

Ketua The Fed Jerome Powell

pada hari Rabu menegaskan bahwa AS tidak sedang mengalami resesi. Namun, Menteri Keuangan AS Janet Yellen kemarin tidak menyangkal kemungkinan terjadinya resesi di AS. Yellen hanya menegaskan bahwa kontraksi PDB selama dua kuartal beruntun tidak dapat dipergunakan sebagai boundary untuk menilai apakah terjadi resesi atau tidak.

“PDB yang lemah jelas mengarah pada perekonomian yang melambat. Kami berpikit penurunan inflasi akan menyusul pertumbuhan yang lebih lemah ini,” individualized structure Vassili Serebriakov, pakar strategi FX di UBS New York, “Setelah hal itu terjadi, pasar akan menyaksikan akhir dari siklus pengetatan moneter (The Fed) dan itu kemungkinan akan mencederai dolar, terutama terhadap yen, karena itu adalah pasangan mata uang yang withering sensitif pada inflasi dan ekspektasi suku bunga AS.”

See also  Celsius Network Is the Subject of Complaints

Information Fed Funds Futures

pada hari Kamis menunjukkan ekspektasi suku bunga The Fed hanya mencapai 3.25 persen per Desember, atau lebih rendah dibandingkan ekspektasi pasar sebelumnya yang mencapai 3.4 persen. Secara keseluruhan, pasar kini memperkirakan The Fed hanya akan menaikkan suku bunga sebanyak complete 92 premise poin sampai akhir tahun 2022. Ini lebih rendah daripada ekspektasi absolute 108 premise poin yang sempat terekam sebelum pengumuman suku bunga The Fed pada hari Rabu.

Check Also

Alibaba Catatkan Saham di Bursa Hong Kong

Alibaba Catatkan Saham di Bursa Hong Kong

money.nikaniku.com - Alibaba Catatkan Saham di Bursa Hong Kong. Saham Alibaba yang tercatat di Hong Kong sempat melonjak 6 prosen terhadap Selasa(26/7/2022) sesudah raksasa teknologi China tersebut mengatakan akan mengajukan dual primary atau pencatatan saham primer di bursa Hong Kong. Saham raksasa teknologi tersebut udah diperdagangkan di bursa saham Amerika Perkumpulan (As) dan Hong Kong, [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published.